CIPUTAT – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan pesantren. Santri dari Kampung Quran Qulhu Ciputat secara resmi terpilih menjadi peserta dalam program pelatihan Educreator yang diselenggarakan melalui kolaborasi strategis antara YouTube, Senyawa+, dan kanal edukasi populer Kok Bisa? pada tahun 2023
Pelatihan intensif yang berlangsung selama dua hari ini dirancang khusus untuk membekali para kreator muda dengan keterampilan memproduksi konten edukasi yang berkualitas, akurat, dan relevan di era digital.
Membawa Dakwah ke Dunia Modern
Keikutsertaan santri Kampung Quran Qulhu dalam ajang ini menjadi langkah nyata dalam mengintegrasikan nilai-nilai religius dengan kemajuan teknologi. Fokus utama pelatihan ini adalah membahas bagaimana edukasi di dunia modern tidak lagi terbatas pada ruang kelas, melainkan melalui visualisasi kreatif yang mampu menjangkau audiens lebih luas.
“Ini adalah kesempatan luar biasa bagi santri untuk belajar langsung dari para pakar di industri kreatif. Kita ingin santri tidak hanya pandai dalam ilmu agama, tapi juga fasih dalam menyampaikan pesan tersebut melalui media modern,” ujar perwakilan pengurus Kampung Quran Qulhu.
Selangkah Lebih Maju dengan Literasi Digital
Selama dua hari, para peserta mendapatkan materi mendalam mengenai:
- Storytelling & Scriptwriting: Cara menyusun narasi edukasi yang mudah dipahami.
- Teknik Produksi Konten: Standar kualitas video YouTube untuk audiens global.
- Strategi Inovasi: Bagaimana tetap kreatif dan selangkah lebih maju dalam menghadapi tren digital yang terus berubah.
Keterlibatan Kok Bisa, sebagai salah satu pionir konten edukasi di Indonesia, memberikan wawasan berharga tentang pentingnya data dan riset dalam setiap konten yang diproduksi. Sementara itu, dukungan dari Senyawa+ dan YouTube memastikan para santri memiliki akses ke ekosistem digital yang sehat dan suportif.
Menuju Generasi Kreatif yang Beradab
Dengan mengikuti pelatihan ini, santri Kampung Quran Qulhu Ciputat diharapkan mampu menjadi agen perubahan (change makers) yang mengisi ruang digital dengan konten-konten positif, inspiratif, dan edukatif.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa latar belakang pendidikan pesantren bukanlah hambatan untuk bersaing di level nasional, melainkan menjadi modal kuat untuk menghadirkan warna baru dalam dunia content creation Indonesia.