CIPUTAT – Suasana khidmat menyelimuti salah satu kediaman warga di sekitar lingkungan Kampung Quran Qulhu Ciputat. Para santri hadir memenuhi undangan tetangga pesantren untuk melaksanakan Khataman Al-Quran, sebuah tradisi mulia yang terus dijaga untuk mempererat tali silaturahmi antara pesantren dan masyarakat sekitar.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan bentuk pengabdian dan kehadiran nyata santri di tengah-tengah warga (tetangga) yang selama ini berdampingan dengan lingkungan pesantren.
Menyambung Sanad Silaturahmi
Acara dimulai dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran secara bersama-sama (simakan) hingga tuntas 30 juz. Kehadiran para santri disambut hangat oleh tuan rumah dan tokoh masyarakat setempat.
Bagi santri Kampung Quran Qulhu, kegiatan “Khataman di Rumah Tetangga” adalah sarana untuk melatih mental sosial dan membiasakan diri berinteraksi dengan masyarakat luas.
“Kami sangat bersyukur dan merasa terbantu dengan kehadiran adik-adik santri. Selain rumah menjadi berkah dengan lantunan Al-Quran, hubungan kami dengan pihak pesantren pun terasa semakin seperti keluarga sendiri,” ujar salah seorang warga.
Santri yang Membumi
Pengurus Kampung Quran Qulhu menekankan bahwa seorang penghafal Al-Quran tidak boleh eksklusif atau membatasi diri dari lingkungan sosial. Melalui kegiatan seperti ini, santri diajarkan untuk:
- Berbagi Keberkahan: Membawa suasana Qurani ke rumah-rumah warga.
- Adab Tetangga: Mempraktikkan langsung ilmu tentang bagaimana memuliakan tetangga sesuai ajaran Islam.
- Harmonisasi: Menciptakan lingkungan yang rukun dan damai melalui kegiatan keagamaan.
Doa Bersama untuk Keberkahan Kampung
Acara khataman ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, keberkahan, dan kelancaran rezeki bagi tuan rumah serta seluruh warga di lingkungan Ciputat. Kebersamaan ini diakhiri dengan ramah tamah sederhana yang semakin memperkuat ikatan persaudaraan (Ukhuwah Islamiyah).
Melalui kegiatan rutin seperti ini, Kampung Quran Qulhu berharap para santri tidak hanya menjadi pribadi yang unggul secara akademis dan bisnis digital—seperti dalam pelatihan-pelatihan sebelumnya—tetapi juga menjadi pribadi yang santun, rendah hati, dan bermanfaat bagi lingkungan terdekatnya.